IMPIANKU
Karya: Hana Nur Azizah (7-5)
Setiap aku melewati sebuah sekolah
Aku selalu memikirkan diriku sedang bersekolah
Dalam pikiranku tersirat
Mengapa aku tak seperti mereka?
Padahal aku masih berumur sebelas tahun
Kadang aku sedih...….
Jika melihat teman sebayaku
Karena mereka selalu pergi bersekolah
Dan membahas sekolah mereka
Hingga suatu hari
Aku dikagetkan oleh seorang guru
Agar aku bersekolah di sekolah yang sering aku lewati
Dengan bantuan operasional sekolah
Aku senang bercampur rasa haru
Impianku untuk bersekolah telah terwujud
Aku dapat bersekolah
Terimakasihku pada pemerintah
Karena telah mewujudkan cita-citaku
Puisi ini belum pernah diterbitkan dimanapun -,-v
Sabtu, 07 April 2012
Guruku
yah setidaknya ini puisi aku kelas 5 sd.. lumayan kan?
Guruku
KARYA:HANA NUR AZIZAH
Guruku…..
Engkau sangat berjasa
Engkau sebagai pahlawan tanpa tanda jasa
Engkaupun tak pernah merasa lelah dan letih
Kesabaran dan keuletan menjadi kunci bagimu
Untuk membagi ilmu kepada kami
Keikhlasan menjadi penerangan
Untuk menyongsong masa depan gemilang
Takkan pernah bisa kubalas jasamu
Yang kubisa hanya menghargai jasamu
Guruku dalam cintaku selalu
Ku berterima kasih kepadamu
Semoga Tuhan memberkahimu
Amin….
-2009-
Naskah Drama Teater
“ARTI PERSAHABATAN”
DISUSUN OLEH:
1. ANISSA RIZKIA S.
2. HANA NUR AZIZAH
3. NISA NUR AISYAH
Pemeran :
Anissa sebagai Mitha
Hana sebagai Dita
Nisa sebagai Rita
KELAS 7-5
SMP NEGERI 1 BANDUNG
Adegan 1
Di jalanan, ada 3 orang anak yang bersahabat sejak kecil. Mereka adalah Dita, Mitha, dan Rita. Mereka hidup sebatang kara di tengah-tengah kota. Pada suatu hari, saat mereka sedang mencari uang, Rita kelelahan.
Rita : (melihat seorang anak memakai tas lucu berwarna merah muda)
sepertinya tas itu bagus jika dikenakan olehku…(sambil melamun dan
mengharapkannya)
Mitha dan Dita sedang mengamen di jalanan
Mitha: (melihat Rita yang sedang melamun dan menghampirinya)
“DAAARR”
(Mitha mengagetkan Rita)
Dita : (melihat Mitha menghampiri Rita, Dita pun ikut menghampiri)
“lho, kok kalian meninggalkan aku sendiri sih???”
Mitha: “Ini lho, aku tadi melihat Rita yang sedang melamun !!”
Dita : “lho, emang kamu kenapa pake acara melamun segala??”
Rita : “tadi aku melihat ada seorang anak yang memakai tas, dan aku ingin
Mempunyai tas seperti itu.”
Mitha: (merenung ingin membelikan apa yang diinginkan oleh Rita)
sebetulnya aku juga ingin membelikannya. Sayangnya aku tak memiliki uang
Adegan 2
Di dalam rumah kardus, Mitha menceritakan keinginannya untuk membelikan Rita tas
Dita : “sebetulnya aku juga ingin membelikan Rita tas itu juga…”
Mitha: (sambil berpikir)“bagaimana kalau kita berusaha seharian penuh??”
Dita : (tanpa berpikir panjang)“itu adalah ide yang bagus sekali, Mitha!”
Mereka segera bersiap-siap untuk mengamen
Adegan 3
Setelah satu bulan mengamen, mereka mendapatkan uang untuk membelikan Rita tas merah muda yang diinginkannya. Setelah membeli tas, saat menyebrang, tiba-tiba…..
Tiiiiiit…..
Dita : “Mitha, awaaaaass”
Mitha : (melihat kepada Dita)
Lalu, Mitha tertabrak oleh mobil itu.
Dita : (teriak minta tolong)”Tolong……tolong….. teman saya tertabrak…”
Orang yang menabrak Mitha itu kabur… lalu orang-orang datang untuk menolong Dita membawa Mitha ke rumah sakit. Ia tidak ingat bahwa tas yang dibeli itu tertinggal.
Adegan 4
Setelah dibawa ke rumah sakit, Rita menyusul untuk menjenguk Mitha
yang tertabrak.
Rita : (kaget dan marah)”kenapa ini bisa terjadi????
kenapa akhir-akhir ini kalian tidak pernah mengajakku pergi?? “
Dita : (sambil tergagap-gagap)”euh….. karena…ka..kami….”(tiba-tiba ia
Ingat tas yang tadi dibelinya )
Mitha: (setengah siuman)”karena kami ingin membelikanmu tas yang kau
inginkan”
Dita : “lho kok, tasnya tidak ada??”
Rita : (terharu)“tak usah dipkirkan keinginanku itu…..
akhirnya tasnya hilang… maafkan aku ya…”
Mitha: (sudah tidak kuat lagi) “ti…dak apa…apa”
Setelah itu Mitha menghembuskan nafas terakhirnya, Rita sangat menyesal dan merasa sangat bersalah karena memberitahukan keinginanya
Rita : (sambil menangis)
“kalau begini jadinya, apalah artinya keinginanku ini daripada
persahabatan kita yang sudah tiada artinya lagi..”
DISUSUN OLEH:
1. ANISSA RIZKIA S.
2. HANA NUR AZIZAH
3. NISA NUR AISYAH
Pemeran :
Anissa sebagai Mitha
Hana sebagai Dita
Nisa sebagai Rita
KELAS 7-5
SMP NEGERI 1 BANDUNG
Adegan 1
Di jalanan, ada 3 orang anak yang bersahabat sejak kecil. Mereka adalah Dita, Mitha, dan Rita. Mereka hidup sebatang kara di tengah-tengah kota. Pada suatu hari, saat mereka sedang mencari uang, Rita kelelahan.
Rita : (melihat seorang anak memakai tas lucu berwarna merah muda)
sepertinya tas itu bagus jika dikenakan olehku…(sambil melamun dan
mengharapkannya)
Mitha dan Dita sedang mengamen di jalanan
Mitha: (melihat Rita yang sedang melamun dan menghampirinya)
“DAAARR”
(Mitha mengagetkan Rita)
Dita : (melihat Mitha menghampiri Rita, Dita pun ikut menghampiri)
“lho, kok kalian meninggalkan aku sendiri sih???”
Mitha: “Ini lho, aku tadi melihat Rita yang sedang melamun !!”
Dita : “lho, emang kamu kenapa pake acara melamun segala??”
Rita : “tadi aku melihat ada seorang anak yang memakai tas, dan aku ingin
Mempunyai tas seperti itu.”
Mitha: (merenung ingin membelikan apa yang diinginkan oleh Rita)
sebetulnya aku juga ingin membelikannya. Sayangnya aku tak memiliki uang
Adegan 2
Di dalam rumah kardus, Mitha menceritakan keinginannya untuk membelikan Rita tas
Dita : “sebetulnya aku juga ingin membelikan Rita tas itu juga…”
Mitha: (sambil berpikir)“bagaimana kalau kita berusaha seharian penuh??”
Dita : (tanpa berpikir panjang)“itu adalah ide yang bagus sekali, Mitha!”
Mereka segera bersiap-siap untuk mengamen
Adegan 3
Setelah satu bulan mengamen, mereka mendapatkan uang untuk membelikan Rita tas merah muda yang diinginkannya. Setelah membeli tas, saat menyebrang, tiba-tiba…..
Tiiiiiit…..
Dita : “Mitha, awaaaaass”
Mitha : (melihat kepada Dita)
Lalu, Mitha tertabrak oleh mobil itu.
Dita : (teriak minta tolong)”Tolong……tolong….. teman saya tertabrak…”
Orang yang menabrak Mitha itu kabur… lalu orang-orang datang untuk menolong Dita membawa Mitha ke rumah sakit. Ia tidak ingat bahwa tas yang dibeli itu tertinggal.
Adegan 4
Setelah dibawa ke rumah sakit, Rita menyusul untuk menjenguk Mitha
yang tertabrak.
Rita : (kaget dan marah)”kenapa ini bisa terjadi????
kenapa akhir-akhir ini kalian tidak pernah mengajakku pergi?? “
Dita : (sambil tergagap-gagap)”euh….. karena…ka..kami….”(tiba-tiba ia
Ingat tas yang tadi dibelinya )
Mitha: (setengah siuman)”karena kami ingin membelikanmu tas yang kau
inginkan”
Dita : “lho kok, tasnya tidak ada??”
Rita : (terharu)“tak usah dipkirkan keinginanku itu…..
akhirnya tasnya hilang… maafkan aku ya…”
Mitha: (sudah tidak kuat lagi) “ti…dak apa…apa”
Setelah itu Mitha menghembuskan nafas terakhirnya, Rita sangat menyesal dan merasa sangat bersalah karena memberitahukan keinginanya
Rita : (sambil menangis)
“kalau begini jadinya, apalah artinya keinginanku ini daripada
persahabatan kita yang sudah tiada artinya lagi..”
goresan hari ini
kulihat jam dinding
detik demi detik terlewati
kulihat keluar jendela
betapa riangnya mereka bermain
jika aku melihat awan yang berarak
akupun melihat indahnya langit biru
setidaknya mereka bersama
mereka tidak seperti aku
kulihat ke ruang lain, kulihat orang yang kucinta
entah apa yang terjadi jika aku tak ada
akupun menutup mata, merenungkan semuanya
apa yang aku lakukan? mungkinkah aku bisa tidak mengecewakan mereka?
seandainya waktu dapat aku putar
aku ingin tak lahir
agar aku tak meretakkan hati mereka
hati yang lembut bak kain sutra
detik demi detik terlewati
kulihat keluar jendela
betapa riangnya mereka bermain
jika aku melihat awan yang berarak
akupun melihat indahnya langit biru
setidaknya mereka bersama
mereka tidak seperti aku
kulihat ke ruang lain, kulihat orang yang kucinta
entah apa yang terjadi jika aku tak ada
akupun menutup mata, merenungkan semuanya
apa yang aku lakukan? mungkinkah aku bisa tidak mengecewakan mereka?
seandainya waktu dapat aku putar
aku ingin tak lahir
agar aku tak meretakkan hati mereka
hati yang lembut bak kain sutra
Selasa, 14 Februari 2012
musikalisasi puisi
Permohonan Maaf Uuntuk Ibu
by: kak Deny Fajar Suryaman
Terniang termenung ku sendiri
dalam ruang hampa yang gelap dan pengap
dalam ruang yang sangat sunyi
dalam suasana
hati yang gundah dan gelisah
Disudut ruang terbesis cahaya lilin
memberikan penerangan diruang yang gelap
menyinari seluruh sudut ruang dalam hati
yang s’lalu terniang wajah yang dicintai
Wahai angin yang bertiup kencang diluar sana
sudikah engkau menyimpaikan isi hatiku
sebuah perasaan yang sudah lama ku pendam
yang tidak pernah tersimpaikan dari mulutku ini yang sangat kaku
by: kak Deny Fajar Suryaman
Terniang termenung ku sendiri
dalam ruang hampa yang gelap dan pengap
dalam ruang yang sangat sunyi
dalam suasana
hati yang gundah dan gelisah
Disudut ruang terbesis cahaya lilin
memberikan penerangan diruang yang gelap
menyinari seluruh sudut ruang dalam hati
yang s’lalu terniang wajah yang dicintai
Wahai angin yang bertiup kencang diluar sana
sudikah engkau menyimpaikan isi hatiku
sebuah perasaan yang sudah lama ku pendam
yang tidak pernah tersimpaikan dari mulutku ini yang sangat kaku
waktu aku musikalisasi sih pake lagu dear mom-snsd
Kamis, 26 Januari 2012
All About Love :D
Halo! Namaku Hayatul Saydah, panggil aku Aya ya! Aku kini duduk di kelas 9. Tepat 3 bulan lagi aku menghadapi UN (Ujian Nasional). Aku tinggal bersama ayah dan kakaku. Ibuku sudah tiada sejak aku dilahirkan. Maka itu, jika aku mengingat semua tentang hidupku, aku selalu merasa bersalah dan berkata “Andai aku tidak lahir, mungkinkah ibu masih ada untuk keluargaku?”. Namun kadang semuanya terlupakan karena kehidupkanku di luar.
Aku bersekolah di sekolah ternama di kotaku, SMPN Zakiyah. Aku punya banyak teman disini. Mulai dari teman sekelas, teman ekstrakulikuler, juga kenalanku. Untungnya aku ini orang yang gampang bersosialisasi. Aku punya sahabat namanya Afifah, Syarida, Ina, dan Alya. Kenapa kami bisa dekat? Karena awal liburan kelas, kami selalu bersama. Sampai sekarang suasananya terbawa. Yah... untunglah masih ada teman. Oh iya! Aku duduk di kelas 9-a.
Aku aktif di dalam eksktrakulikuler Palang Merah, dan unitku ini adalah unit terbaik se-kotaku. Uniknya lagi, unitku ini bekerjasama dengan SMP Kharis dan SMPN Nurul Insani. Aku menyukai salah satu anggota Palang Merah di SMP Kharis, namanya Fakhri Nurrahman. Aku dekat dengannya sejak tahun lalu. Dia baik dan perhatian. Namun, akhir-akhir ini dia suka pada teman sekelasku, Sabrina. Walau Fakhri bilang “enggak, kok” tapi tetap aku kan bingung..
Hari ini, kelasku pemantapan IPA. Yah.. beginilah nasib anak kelas 9. Tapi asalkan aku semangat pasti gaakan bosen lah. Setelah pemantapan, kami terbiasa untuk belajar kembali hingga pukul 14.00. walau begitu, aku tetep semangat kalo kesekolah. Selain aku bisa ketemu teman-teman, aku juga kan bisa liatin temen aku, yup! Kalian bisa menebaknya.
Hubunganku dengan Fakhri memburuk akhir-akhir ini. Setiap aku sms, Fakhri selalu jawab “iya gitu?” “oh iya?” “oh..” dan sejenisnya. Entahlah, tapi Sabrina malah menjadi lebih perhatian padaku dan selalu berkata “eh, fakhri tuh anak broken home ya?” juga “eh, Fakhri mau masuk SMA atau SMK sih?” akhirnya aku mulai curiga. Adakah yang bisa membantuku? Aku menceritakan semua ini kepada teman ekstrakulikuler ku, Silmi. Dia mungkin lebih profesional dibandingkan aku masalah kayak gini. Habis, aku kan masih beginer.
Tebak apa jawabannya?
“Sil, mau cerita dong” ucapku ragu-ragu
“sok aja kali, biasanya juga cerita. Emang ada apa? Tentang Fakhri? Boleh boleh, aku juga mau tau hubungan kamu sama Fakhri” Jawab Silmi cerah
“Sil, Fakhri jahat ya? Masa deketin sahabat pacarnya sendiri. Terang-terangan pula di social networking itu! Aku harus gimana, Sil? Aku cape. Tapi aku masih sayang sama dia.” Jawabku menahan tangis yang selama ini belum aku keluarkan
Kulihat, silmi juga kaget mendengar ceritaku. Setahunya, Fakhri itu anaknya baik, setia, apalagi kan Silmi teman dekatnya Fakhri kalau kami berlatih bersama. Akhirnya, silmi bilang “Gamungkin deh, Ay. Mana mungkin dia nyakitin orang yang paling dia sayangi. Dia kan selalu bercerita padaku, juga selalu bilang ‘aku bakalan jaga Aya buat siapa aja’ gitu. Ah, itu perasaan aja kali. Coba aja sms Fakhri minta kebenarannya”
“Mungkin benar juga kata Silmi, haha.. coba sms aja. Kalo ngga dibales yaudah, fokus ke UN!” kataku dalam hati
"Makasih ya Sil, usulannya, aku bakalan coba usulannya"
Malamnya, aku coba sms.
Aya : Malem Fakhri :D
Fakhri : Malem juga Ay, tumben sms
Aya : gasuka ya, kalo aku sms? :(
Fakhri : Bukan gitu Ay.. jangan marah dong.
Kan aku cuman nanya.. Fakhri merasa bersalah nih :(
Aya : Habisnya, Fakhri berubah akhir-akhir ini...
Fakhri suka sama perempuan lain ya? Habis ke Aya jadi kayak gini sekarang
Fakhri : ko Aya gitu sih? Ya enggaklah.. aku cuman sayang sama kamu.. Jangan marah ya..
Maafin aku ay :(
Aya : kalo Fakhri boong aku ngga mau maafin Fakhri lagi..
Emang Aya ga sayang sama Fakhri? Aya takut Fakhri malah nyakitin Aya :’(
Fakhri : ngga, Ay. Engga.. Fakhri janji gaakan nyakitin hati Aya.. kalo aku nyakitin kamu, aku bakal ..lakuin apa aja buat Aya sampai disuruh loncat dari gedung juga Fakhri mau buat Aya <3 ..Janji
Aya : Lebay deh ah -___- Aya pegang janji Fakhri :”)
Fakhri : hehe.. gapapa kan :p daripada Fakhri gombalin, Aya mau? Haha
Aya : dasar -,- Fakhri, Aya mau belajar dulu ya, Gnight :D
Fakhri : iya, dadah Aya. Gnight too :*
Besoknya,saat dikelas Sabrina bilang “Aya, maafin aku ya. Tapi kamu jangan sedih, Fakhri juga sayang banget kok sama kamu. Jangan marah sama aku”. Aku hanya mengangguk. Tapi sebenarnya apa sih yang dia pikirin? Emang siapa juga yang marah sama Sabrina? Jangan-jangan...
“emang kenapa, sih? Kok tiba-tiba? Lagian siapa juga yang marah sama kamu?”
“kemarin, aku di sms Fakhri. Dia bilang ‘Jangan deketin aku lagi, aku gamau ada kesalahpahaman diantara kamu sama Aya’ aku kira Aya marah sama aku..”
“maksudnya? Kamu deket sama Fakhri? Sejak kapan?”
“..... iya, sejak kita naik kelas 9.”
Gimana coba reaksi kalian mendengar ini? Pada saat itu aku terdiam, tak bisa berkata-kata. Selama ini Fakhri bohong! Aku benci! Benci!
“yaudah gapapa Rina.. bukan salah kamu kok”
Sampai dirumah, aku mengurung diri dikamar. Aku masih berpikiran tentang sms tadi malam. Apa sih maksudnya? Supaya aku ngga marah? Kenapa ngga ngomong aja? Sakit.....
Akhirnya, aku bilang sama silmi
Silmi : hah?! Apa?! Masa?! Sialan ya Fakhri.. dasar borokokok
Aya : lebay deh -,- iya bener.. masa aku bohong? yaAllah, pengen ketawa liat tulisan borokokok
Silmi : hehe.. abis kaget banget.. ih, inimah gaakan bener.. kamu masih sayang
Aya : dikit.. Aya gasuka diginiin.. aya nanya ke fakhri tapi ngga dibales.. Silmi mau bantuin Aya?
Silmi : DENGAN SENANG HATI!! DEMI TEMAN AKU MAUUU
Aya : haha.. makasih sil,,
Beberapa menit kemudian....
Silmi : Aya, dia bilang sama Sabrina tuh gaada apa-apa..
Aya : yaudah, nanti aku beresin sendiri deh, makasih silmi cuyungg :*
Seminggu.. Sebulan... 4 Bulan.. fakhri ngga nge sms aku. Aku juga sudah melupakannya, walaupun masih dalam satu hubungan. Makin lama aku makin capek. Akhirnya entah kenapa aku potong rambutku yang padahal tidak panjang, hingga seleher. Dan aku mulai meng- sms Fakhri
Aya : Fakhri.. aya mau ngomong
Fakhri : Fakhri bisa nebak, baca status Fakhri Ay..
Aya : Fakhri mau Aya sama fakhri udahan? Kenapa? Fakhri benci ya sama Aya? Terus fakhri ..deketin Sabrina? Gapapa.. Aya juga gamau lagi sakit hati
Fakhri : Maksudnya? Aya udah baca?
Aya : udah. Jelas.... banget..
Aya mau kita temenan aja.. lagian kan bentar lagi UN.. apalagi Aya gakuat kalo terus-terusan liat Fakhri sama Sabrina deket banget. Mau bilang dia sahabat atau bukan tapi Fakhri selalu lupa sama Aya. Lagian Aya tau.. Fakhri udah cape kan sama Aya? Aya juga udah gamau sedih lagi :’(
Fakhri : Iya Aya...
Gapapa kok.. :D
Aya : Tuh kan Fakhri seneng banget... :(
Fakhri : Fakhri ngga seneng kok..
Tapi..
Aya : Tapi apa? Fakhri jadi bebas kan mau sama sabrina? Itu yang fakhri mau dari dulu?
Fakhri : Bukan.. bukan gitu.. ada yang lain..
Aya : Udah Aya gamau lagi denger itu.. udah! Jangan buat Aya sedih sendiri. Fakhri ngga ngerasain sih jadi Aya :(
Fakhri : Tapi.. tetep temen kan
Aya : Iya..
Fakhri : Fakhri cinta sama Aya kok :* makasih udah ngewarnain hari-hari Fakhri.. akhirnya Fakhri emang harus berjalan sendirian gara-gara Fakhri sendiri
sesal sesaat, tapi aku tahu ini jalan yang terbaik untuk kami :')
Aku bersekolah di sekolah ternama di kotaku, SMPN Zakiyah. Aku punya banyak teman disini. Mulai dari teman sekelas, teman ekstrakulikuler, juga kenalanku. Untungnya aku ini orang yang gampang bersosialisasi. Aku punya sahabat namanya Afifah, Syarida, Ina, dan Alya. Kenapa kami bisa dekat? Karena awal liburan kelas, kami selalu bersama. Sampai sekarang suasananya terbawa. Yah... untunglah masih ada teman. Oh iya! Aku duduk di kelas 9-a.
Aku aktif di dalam eksktrakulikuler Palang Merah, dan unitku ini adalah unit terbaik se-kotaku. Uniknya lagi, unitku ini bekerjasama dengan SMP Kharis dan SMPN Nurul Insani. Aku menyukai salah satu anggota Palang Merah di SMP Kharis, namanya Fakhri Nurrahman. Aku dekat dengannya sejak tahun lalu. Dia baik dan perhatian. Namun, akhir-akhir ini dia suka pada teman sekelasku, Sabrina. Walau Fakhri bilang “enggak, kok” tapi tetap aku kan bingung..
Hari ini, kelasku pemantapan IPA. Yah.. beginilah nasib anak kelas 9. Tapi asalkan aku semangat pasti gaakan bosen lah. Setelah pemantapan, kami terbiasa untuk belajar kembali hingga pukul 14.00. walau begitu, aku tetep semangat kalo kesekolah. Selain aku bisa ketemu teman-teman, aku juga kan bisa liatin temen aku, yup! Kalian bisa menebaknya.
Hubunganku dengan Fakhri memburuk akhir-akhir ini. Setiap aku sms, Fakhri selalu jawab “iya gitu?” “oh iya?” “oh..” dan sejenisnya. Entahlah, tapi Sabrina malah menjadi lebih perhatian padaku dan selalu berkata “eh, fakhri tuh anak broken home ya?” juga “eh, Fakhri mau masuk SMA atau SMK sih?” akhirnya aku mulai curiga. Adakah yang bisa membantuku? Aku menceritakan semua ini kepada teman ekstrakulikuler ku, Silmi. Dia mungkin lebih profesional dibandingkan aku masalah kayak gini. Habis, aku kan masih beginer.
Tebak apa jawabannya?
“Sil, mau cerita dong” ucapku ragu-ragu
“sok aja kali, biasanya juga cerita. Emang ada apa? Tentang Fakhri? Boleh boleh, aku juga mau tau hubungan kamu sama Fakhri” Jawab Silmi cerah
“Sil, Fakhri jahat ya? Masa deketin sahabat pacarnya sendiri. Terang-terangan pula di social networking itu! Aku harus gimana, Sil? Aku cape. Tapi aku masih sayang sama dia.” Jawabku menahan tangis yang selama ini belum aku keluarkan
Kulihat, silmi juga kaget mendengar ceritaku. Setahunya, Fakhri itu anaknya baik, setia, apalagi kan Silmi teman dekatnya Fakhri kalau kami berlatih bersama. Akhirnya, silmi bilang “Gamungkin deh, Ay. Mana mungkin dia nyakitin orang yang paling dia sayangi. Dia kan selalu bercerita padaku, juga selalu bilang ‘aku bakalan jaga Aya buat siapa aja’ gitu. Ah, itu perasaan aja kali. Coba aja sms Fakhri minta kebenarannya”
“Mungkin benar juga kata Silmi, haha.. coba sms aja. Kalo ngga dibales yaudah, fokus ke UN!” kataku dalam hati
"Makasih ya Sil, usulannya, aku bakalan coba usulannya"
Malamnya, aku coba sms.
Aya : Malem Fakhri :D
Fakhri : Malem juga Ay, tumben sms
Aya : gasuka ya, kalo aku sms? :(
Fakhri : Bukan gitu Ay.. jangan marah dong.
Kan aku cuman nanya.. Fakhri merasa bersalah nih :(
Aya : Habisnya, Fakhri berubah akhir-akhir ini...
Fakhri suka sama perempuan lain ya? Habis ke Aya jadi kayak gini sekarang
Fakhri : ko Aya gitu sih? Ya enggaklah.. aku cuman sayang sama kamu.. Jangan marah ya..
Maafin aku ay :(
Aya : kalo Fakhri boong aku ngga mau maafin Fakhri lagi..
Emang Aya ga sayang sama Fakhri? Aya takut Fakhri malah nyakitin Aya :’(
Fakhri : ngga, Ay. Engga.. Fakhri janji gaakan nyakitin hati Aya.. kalo aku nyakitin kamu, aku bakal ..lakuin apa aja buat Aya sampai disuruh loncat dari gedung juga Fakhri mau buat Aya <3 ..Janji
Aya : Lebay deh ah -___- Aya pegang janji Fakhri :”)
Fakhri : hehe.. gapapa kan :p daripada Fakhri gombalin, Aya mau? Haha
Aya : dasar -,- Fakhri, Aya mau belajar dulu ya, Gnight :D
Fakhri : iya, dadah Aya. Gnight too :*
Besoknya,saat dikelas Sabrina bilang “Aya, maafin aku ya. Tapi kamu jangan sedih, Fakhri juga sayang banget kok sama kamu. Jangan marah sama aku”. Aku hanya mengangguk. Tapi sebenarnya apa sih yang dia pikirin? Emang siapa juga yang marah sama Sabrina? Jangan-jangan...
“emang kenapa, sih? Kok tiba-tiba? Lagian siapa juga yang marah sama kamu?”
“kemarin, aku di sms Fakhri. Dia bilang ‘Jangan deketin aku lagi, aku gamau ada kesalahpahaman diantara kamu sama Aya’ aku kira Aya marah sama aku..”
“maksudnya? Kamu deket sama Fakhri? Sejak kapan?”
“..... iya, sejak kita naik kelas 9.”
Gimana coba reaksi kalian mendengar ini? Pada saat itu aku terdiam, tak bisa berkata-kata. Selama ini Fakhri bohong! Aku benci! Benci!
“yaudah gapapa Rina.. bukan salah kamu kok”
Sampai dirumah, aku mengurung diri dikamar. Aku masih berpikiran tentang sms tadi malam. Apa sih maksudnya? Supaya aku ngga marah? Kenapa ngga ngomong aja? Sakit.....
Akhirnya, aku bilang sama silmi
Silmi : hah?! Apa?! Masa?! Sialan ya Fakhri.. dasar borokokok
Aya : lebay deh -,- iya bener.. masa aku bohong? yaAllah, pengen ketawa liat tulisan borokokok
Silmi : hehe.. abis kaget banget.. ih, inimah gaakan bener.. kamu masih sayang
Aya : dikit.. Aya gasuka diginiin.. aya nanya ke fakhri tapi ngga dibales.. Silmi mau bantuin Aya?
Silmi : DENGAN SENANG HATI!! DEMI TEMAN AKU MAUUU
Aya : haha.. makasih sil,,
Beberapa menit kemudian....
Silmi : Aya, dia bilang sama Sabrina tuh gaada apa-apa..
Aya : yaudah, nanti aku beresin sendiri deh, makasih silmi cuyungg :*
Seminggu.. Sebulan... 4 Bulan.. fakhri ngga nge sms aku. Aku juga sudah melupakannya, walaupun masih dalam satu hubungan. Makin lama aku makin capek. Akhirnya entah kenapa aku potong rambutku yang padahal tidak panjang, hingga seleher. Dan aku mulai meng- sms Fakhri
Aya : Fakhri.. aya mau ngomong
Fakhri : Fakhri bisa nebak, baca status Fakhri Ay..
Aya : Fakhri mau Aya sama fakhri udahan? Kenapa? Fakhri benci ya sama Aya? Terus fakhri ..deketin Sabrina? Gapapa.. Aya juga gamau lagi sakit hati
Fakhri : Maksudnya? Aya udah baca?
Aya : udah. Jelas.... banget..
Aya mau kita temenan aja.. lagian kan bentar lagi UN.. apalagi Aya gakuat kalo terus-terusan liat Fakhri sama Sabrina deket banget. Mau bilang dia sahabat atau bukan tapi Fakhri selalu lupa sama Aya. Lagian Aya tau.. Fakhri udah cape kan sama Aya? Aya juga udah gamau sedih lagi :’(
Fakhri : Iya Aya...
Gapapa kok.. :D
Aya : Tuh kan Fakhri seneng banget... :(
Fakhri : Fakhri ngga seneng kok..
Tapi..
Aya : Tapi apa? Fakhri jadi bebas kan mau sama sabrina? Itu yang fakhri mau dari dulu?
Fakhri : Bukan.. bukan gitu.. ada yang lain..
Aya : Udah Aya gamau lagi denger itu.. udah! Jangan buat Aya sedih sendiri. Fakhri ngga ngerasain sih jadi Aya :(
Fakhri : Tapi.. tetep temen kan
Aya : Iya..
Fakhri : Fakhri cinta sama Aya kok :* makasih udah ngewarnain hari-hari Fakhri.. akhirnya Fakhri emang harus berjalan sendirian gara-gara Fakhri sendiri
sesal sesaat, tapi aku tahu ini jalan yang terbaik untuk kami :')
Takdirku
Sinar matahari bersinar terik, candaan dan suara tawaan terdengar dari halaman rumahku. Ya, aku tinggal di sebuah komplek biasa. Namaku Pelangi, ayahku bekerja sebagai seorang chef dan ibuku seorang kepsek. Aku anak tunggal disini. Aku punya sahabat yang baiiiiikkk banget, namanya Qaela, Koko, dan Firla. Mereka sahabatku sejak sd. Kini aku kelas 1 smp di sebuah sekolah negeri di kotaku. Nenekku memiliki penyakit mematikan. Ya, penyakit kanker yang sampai sekarang hanya beberapa orang yang selamat. Kata seorang dokter, penyakit itu akan turun kepada keturunanya. Kukira itu hal biasa, namun aku menyadari sejak 1 tahun yang lalu.
aku memiliki prestasi yang cukup tinggi, dan selalu menjadi kebanggaan guru. aku memiliki kejanggalan pada diriku pada saat olahraga. entah kenapa aku merasa sakit kepala yang luar biasa karena aku jarang sakit kepala. kurasa mungkin karena tadi kepalaku terpukul bola. namun setelah sebulan aku merasakan hal yang sama, aku meminta temanku untuk mengantarku ke dokter. aku sudah bilang pada ibuku. karena aku beralasan ingin meminta obat flu, maka itu aku diperbolehkan pergi bersama temanku, firla.
setelah melakukan pemeriksaan, aku tersentak. tuhan, aku tak mau ini terjadi padaku. aku mendapat pembengkakan otak karena benturan keras. aku setengah menangis dan bertanya pada dokter tersebut "dok, bagaimana cara agar saya bisa sembuh?" "biasanya kami melakukan operasi, dilakukan sampai otak kembali normal" aku akhirnya berpikir *untuk apa operasi kalau menunggu otakku kempis? tak usahlah*
mungkin kalian aneh, kok tak diantar orangtua? ya, orangtuaku superdupersibuk, aku memang selalu pergi sendiri. aku beruntung punya teman yang baik mau mengantarkan aku.
tapi, setelah setahun ternyata aku salah, aku salah. otakku malah menghasilkan tumor. aku tersentak, dan hampir melupakan agamaku, "astagfirullah, ya Allah, apa yang saya lakukan, APA?! APA SALAHKU?" mungkin aku harus berkata pada orang tuaku namun...
"ayah..."
"sebentar ya pelangi, ayah sibuk. kalau mau bertanya pada ibu saja"
"ibu..."
"aduh, apa pelangi. ibu sedang sibuk"
DEGH. jantungku terasa sempat berhenti ketika melihat tingkah laku orangtuaku. namun...
"AYAH, IBU, PELANGI DIVONIS TUMOR OTAK! PELANGI TAKUT " teriakku setengah terisak. kulihat ayah dan ibuku kaget
"pelangi, kamu jangan bercanda deh, mana mungkin"
"ibu... pelangi ngga bercanda. itu hasil pelangi periksa kemarin"
ibu hampir setengah menangis, lalu keluar dan mengeluarkan mobil
"ayah ingin bukti pelangi, ayo kita ke dokter sekarang"
setelah pemeriksaan, ibuku menangis dan berkata
"nak, mengapa kau tidak bilang kalau kau pernah mengalami pembengkakan otak, itu berbahaya nak, sel otakmu..." kata ibu terpotong oleh isakan
"ibu maafkan pelangi, pelangi ngga bermaksud nyakitin ibu"
"ayah dan ibu ingin kamu jujur nak, ayah tak suka kamu berbohong"
"maafin pelangi yah..."
setelah kejadian itu, orangtuaku menjadi overprotektif. aku selalu diawasi ibuku yang juga kepsek di sekolahku. mungkin aku merasa kehidupanku mulai berat, aku selalu sakit kepala, kadang hilang kesadaran. namun...
"kenalkan namamu" kata wali kelasku yang membawa murid baru
"nama saya, aprilio armadinata,panggil arma aja deh. saya dari bogor. saya asli orang bandung tapi. ehehe..."
semua anak tertawa melihat tingkah anak itu *kukira, dia akan menjadi teman yang baik*
"aprillio, duduk di bangku yang kosong ya..."
aku agak senang karena aku duduk sendiri, tapi kok aku bisa merasa senang?
"boleh aku duduk denganmu, bangkumu kosong"
"silahkan, sekalian deh biar ada temen"
setelah kejadian itu, aku melupakan penyakitku. aku tahu sebenarnya ini tindakan bodoh. tapi di sisi lain aku merasakan... umm.. CINTA? dengan arma? memang aku sudah 3 bulan kenal dekat dengannya. tapi, mengapa sesingkat ini? semakin lama, akupun merasa arma bertingkah aneh padaku, dia menghindariku tiap istirahat. anehnya dia tetap sebangku denganku walaupun hanya jam pelajaran. setiap pagi, aku mendapatkan mawar warna putih yang digantung sebuah puisi-puisi indah. sungguh bahagia. tapi... ini dari siapa?
sudah 2 minggu bunga itu selalu ada di mejaku setiap pagi. karena penasaran, aku mengintip dari jendela dan sengaja datang lebih pagi dari biasanya. dikelas hanya ada arma, aku agak kaget. ternyata dia yang menyimpan bunga selama ini. spontan aku masuk ke kelas dan memergokinya. "jadi... kau yang selalu menyimpan bunga itu? kata-katamu indah.. apa itu.. puisi cinta untukku?" tanyaku malu-malu. entah ketika melihat muka arma memerah,akupun ikut memerah. dan akhirnya aku mendengar kata yang baru diucapkan padaku dari seorang lelaki..
"pelangi, aku.. aku.. aku cinta sama kamu, aku mau kamu lebih dari sekedar sahabat aku.. kamu mau.. jadi pacar aku?" dengan menyodorkan bunga yang asalnya disimpan di meja, ia mengatakannya..
"um.. aku bakal jawab tepat jam 10 siang, tepatnya istirahat" tak sadar, di pintu sudah banyak teman yang melihat kejadian tadi
"CIEEEEEEE" sorak semua muri kelasku, termasuk qaela, koko, dan firla
"ada yang mau jadian nih" goda koko
"ah, jangan lupa pejeee" lanjut firla
"suut jangan diganggu, kasian mereka mau ngelanjutin apa yang mereka lakukan tadi" sambung qaela
sontak mukaku dan muka arma merah padam. huwaaaa... aku malu sekali...
tepat jam 10.00, sesuai janjiku aku akan menjawab apa yang dikatakan arma tadi
"aku.. jawab... iya, aku mau jadi pacar kamu.."
tiba-tiba arma loncat kegirangan dan memelukku, entah apa yang dipikirannya saat itu, mukaku kembali merah padam. arma yang menyadari hal itu langsung melepaskan pelukannya
"ma.. maaf, aku sangat bahagia karena jawabanmu. apa aku masih boleh memberimu bunga? "
"apapun kamu kasih, aku mau"
"kalau begitu, aku traktir kamu es krim mau ngga?"
aku jawab dengan senyum dan anggukan. walau es itu dingin, aku tak merasakan dingin. aku merasakan kehangatan. aku merasakan cinta pertama pada pertengahan musim kemarau ini.
entah kenapa, padahal baru aku merasakan kegembiraan, aku kehilangan keseimbangan. aku terjatuh di lapangan basket. saat sadar, aku ada di ruang uks dengan ibuku di sampingku
"kau sudah sadar nak"
"ibu, ada apa. kok pelangi disini?"
"kita harus ke dokter untuk mengecek tumormu"
setelah ke dokter, benar dengan yang kuduga. tumor itu membesar dan aku mulai terbebani karena gejalanya. untug belum termasuk kanker. aku tak boleh banyak pikiran dan terlalu capek.
belum seminggu aku bersama arma, aku sudah merasa sakit. Entah kenapa kepalaku selalu sakit. Di kelas ini, yang belum tahu penyakitku hanya arma, aku tak mau menyakiti hatinya. Lama kelamaan memang rahasia pasti terbongkar. Aku kehilangan keseimbangan dan tak bisa jalan, aku selalu tak bisa melihat dengan jelas, dan pendengaranku mulai rusak. Oh tuhan. Apa yang terjadi? Mengapa aku mulai merasakan semuanya? Tanpa sadar, arma tahu sebenarnya yang terjadi. Ia menanyakan kepada 3 sahabatku. Ia mulai marah karena aku tak cerita.
“kenapa kamu ngga cerita? Kamu nyakitin aku?”
“aku bukan mau nyakitin kamu, ar..”
“lalu?”
“aku.. aku..” kataku terpotong oleh air mata yang mulai keluar dari mataku
“terserah..”
Arma mulai menjauhiku. Dia mungkin marah padaku, wajar saja karena aku tak mau jujur padanya. Tapi....
“AYAH, PELANGI PINGSAN LAGI...”
Suara ambulan terdengar bising, aku jatuh pingsan. Aku terlupa akan kata dokter supaya tak banyak pikiran. Tapi, arma? Aku sayang dia. Ternyata kali ini aku tak bisa bangun. Aku berjalan di alam bawah sadarku selama berbulan-bulan. Aku bertemu nenek dan nenek berkata “jalani apa saja yang menjadi takdirmu, pelangi. Tak usah dirahasiakan. Nenek pun pernah merasakan kok”
“tapi pelangi ngga mau nek nyusahin orang lain”
“jadilah pelangi yang mengindahkan kesedihan yang turun seperti pelangi yang mengindahkan setelah hujan turun”
Setelah aku bertemu nenek, aku terbangun tapi...
“siapa yang matiin lampu? Aku dimana? IBUUU... IBUUU”
Semua yang menjengukku tersentak kaget, aku yakin karena ibu berkata “lampu nyala terang benderang ko, kamu kenapa sayang?”
Tuhan, aku tak bisa melihat, ternyata selama ini bukan tumor, ya, KANKER STADIUM 2. Saraf mataku sudah terserang virus itu. Aku menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. *Tuhannn mengapa ini terjadi? Aku tak mau menyusahkan orang laiinnn*
“pelangi, jangan menyesali apa yang terjadi. Aku akan selalu disini menemani kamu dalam kegelapanmu. Aku janji bakal jagain kamu”
Aku kaget “a... ar.. ma?”
Arma terdengar terisak, mungkin di sekelilingku. “ayah, ayah dimana?” ingatku
“ayah di sini nak, di samping kananmu”
Aku meraba ke sekitarku, “ayah, aku takut..”pelukku yang aku pikir itu ayah, dan ternyata benar
“pelangi, ayah, ibu dan teman-temanmu akan selalu menjagamu dan membimbingmu, selalu..”
Aku meminta libur karena aku tak mau keluar dari sekolah, selama dirumah aku belajar membaca huruf braile dan menulis huruf. Ketika aku menguasainya aku akan kembali ke sekolah. Namun semua tak tersampaikan. Aku malah menjadi bisu. Anehnya, saraf mataku kembali bisa melihat walau agak buram. Kanker itu berpindah? Aku merasa janggal. Sehari setelah mataku melihat, aku tak bisa melihat lagi. Apakah itu nikmat tuhan walau hanya sehari? Aku bersyukur bisa melihan arma walau sehari. Selama 3 bulan aku menjalani hidup tanpa melihat dan berbicara. Aku ditemani oleh teman-temanku, dan arma. Setelah itu ibu mengajakku ke dokter kembali. Kankerku malah menyebar ketubuhku, mungkin kini masih di pita suaraku. Lama kelamaan memang aku tak bisa makan, aku selalu mengeluarkan apa yang aku makan setelah menelannya. Alhasil badanku kurus sekarang. Aku sempat putus asa akan apa yang terjadi padaku. Lama-kelamaan kepalaku berat. Aku tak bisa menompang kepalaku lagi sekarang. Tuhan... aku tak tahan... kini kerjaku mengetik dan keyboard komputerku sengaja diganti dengan keyboard yang hurufnya timbul. Kerjaanku kini hanya mengetik sebuah cerita yang mungkin itu adalah kehidupanku.
3 bulan, keadaanku makin memburuk, sistem sarafku hampir sebagian tak dapat kupakai. Namun semua kulewati dengan pasrah karena arman katanya selalu disampingku. Aku sempat menulis surat maaf karena telah menyusahkannya. Dia balas suratku dengan tulisan “ini semua demi cinta, pelangi”
aku memiliki prestasi yang cukup tinggi, dan selalu menjadi kebanggaan guru. aku memiliki kejanggalan pada diriku pada saat olahraga. entah kenapa aku merasa sakit kepala yang luar biasa karena aku jarang sakit kepala. kurasa mungkin karena tadi kepalaku terpukul bola. namun setelah sebulan aku merasakan hal yang sama, aku meminta temanku untuk mengantarku ke dokter. aku sudah bilang pada ibuku. karena aku beralasan ingin meminta obat flu, maka itu aku diperbolehkan pergi bersama temanku, firla.
setelah melakukan pemeriksaan, aku tersentak. tuhan, aku tak mau ini terjadi padaku. aku mendapat pembengkakan otak karena benturan keras. aku setengah menangis dan bertanya pada dokter tersebut "dok, bagaimana cara agar saya bisa sembuh?" "biasanya kami melakukan operasi, dilakukan sampai otak kembali normal" aku akhirnya berpikir *untuk apa operasi kalau menunggu otakku kempis? tak usahlah*
mungkin kalian aneh, kok tak diantar orangtua? ya, orangtuaku superdupersibuk, aku memang selalu pergi sendiri. aku beruntung punya teman yang baik mau mengantarkan aku.
tapi, setelah setahun ternyata aku salah, aku salah. otakku malah menghasilkan tumor. aku tersentak, dan hampir melupakan agamaku, "astagfirullah, ya Allah, apa yang saya lakukan, APA?! APA SALAHKU?" mungkin aku harus berkata pada orang tuaku namun...
"ayah..."
"sebentar ya pelangi, ayah sibuk. kalau mau bertanya pada ibu saja"
"ibu..."
"aduh, apa pelangi. ibu sedang sibuk"
DEGH. jantungku terasa sempat berhenti ketika melihat tingkah laku orangtuaku. namun...
"AYAH, IBU, PELANGI DIVONIS TUMOR OTAK! PELANGI TAKUT " teriakku setengah terisak. kulihat ayah dan ibuku kaget
"pelangi, kamu jangan bercanda deh, mana mungkin"
"ibu... pelangi ngga bercanda. itu hasil pelangi periksa kemarin"
ibu hampir setengah menangis, lalu keluar dan mengeluarkan mobil
"ayah ingin bukti pelangi, ayo kita ke dokter sekarang"
setelah pemeriksaan, ibuku menangis dan berkata
"nak, mengapa kau tidak bilang kalau kau pernah mengalami pembengkakan otak, itu berbahaya nak, sel otakmu..." kata ibu terpotong oleh isakan
"ibu maafkan pelangi, pelangi ngga bermaksud nyakitin ibu"
"ayah dan ibu ingin kamu jujur nak, ayah tak suka kamu berbohong"
"maafin pelangi yah..."
setelah kejadian itu, orangtuaku menjadi overprotektif. aku selalu diawasi ibuku yang juga kepsek di sekolahku. mungkin aku merasa kehidupanku mulai berat, aku selalu sakit kepala, kadang hilang kesadaran. namun...
"kenalkan namamu" kata wali kelasku yang membawa murid baru
"nama saya, aprilio armadinata,panggil arma aja deh. saya dari bogor. saya asli orang bandung tapi. ehehe..."
semua anak tertawa melihat tingkah anak itu *kukira, dia akan menjadi teman yang baik*
"aprillio, duduk di bangku yang kosong ya..."
aku agak senang karena aku duduk sendiri, tapi kok aku bisa merasa senang?
"boleh aku duduk denganmu, bangkumu kosong"
"silahkan, sekalian deh biar ada temen"
setelah kejadian itu, aku melupakan penyakitku. aku tahu sebenarnya ini tindakan bodoh. tapi di sisi lain aku merasakan... umm.. CINTA? dengan arma? memang aku sudah 3 bulan kenal dekat dengannya. tapi, mengapa sesingkat ini? semakin lama, akupun merasa arma bertingkah aneh padaku, dia menghindariku tiap istirahat. anehnya dia tetap sebangku denganku walaupun hanya jam pelajaran. setiap pagi, aku mendapatkan mawar warna putih yang digantung sebuah puisi-puisi indah. sungguh bahagia. tapi... ini dari siapa?
sudah 2 minggu bunga itu selalu ada di mejaku setiap pagi. karena penasaran, aku mengintip dari jendela dan sengaja datang lebih pagi dari biasanya. dikelas hanya ada arma, aku agak kaget. ternyata dia yang menyimpan bunga selama ini. spontan aku masuk ke kelas dan memergokinya. "jadi... kau yang selalu menyimpan bunga itu? kata-katamu indah.. apa itu.. puisi cinta untukku?" tanyaku malu-malu. entah ketika melihat muka arma memerah,akupun ikut memerah. dan akhirnya aku mendengar kata yang baru diucapkan padaku dari seorang lelaki..
"pelangi, aku.. aku.. aku cinta sama kamu, aku mau kamu lebih dari sekedar sahabat aku.. kamu mau.. jadi pacar aku?" dengan menyodorkan bunga yang asalnya disimpan di meja, ia mengatakannya..
"um.. aku bakal jawab tepat jam 10 siang, tepatnya istirahat" tak sadar, di pintu sudah banyak teman yang melihat kejadian tadi
"CIEEEEEEE" sorak semua muri kelasku, termasuk qaela, koko, dan firla
"ada yang mau jadian nih" goda koko
"ah, jangan lupa pejeee" lanjut firla
"suut jangan diganggu, kasian mereka mau ngelanjutin apa yang mereka lakukan tadi" sambung qaela
sontak mukaku dan muka arma merah padam. huwaaaa... aku malu sekali...
tepat jam 10.00, sesuai janjiku aku akan menjawab apa yang dikatakan arma tadi
"aku.. jawab... iya, aku mau jadi pacar kamu.."
tiba-tiba arma loncat kegirangan dan memelukku, entah apa yang dipikirannya saat itu, mukaku kembali merah padam. arma yang menyadari hal itu langsung melepaskan pelukannya
"ma.. maaf, aku sangat bahagia karena jawabanmu. apa aku masih boleh memberimu bunga? "
"apapun kamu kasih, aku mau"
"kalau begitu, aku traktir kamu es krim mau ngga?"
aku jawab dengan senyum dan anggukan. walau es itu dingin, aku tak merasakan dingin. aku merasakan kehangatan. aku merasakan cinta pertama pada pertengahan musim kemarau ini.
entah kenapa, padahal baru aku merasakan kegembiraan, aku kehilangan keseimbangan. aku terjatuh di lapangan basket. saat sadar, aku ada di ruang uks dengan ibuku di sampingku
"kau sudah sadar nak"
"ibu, ada apa. kok pelangi disini?"
"kita harus ke dokter untuk mengecek tumormu"
setelah ke dokter, benar dengan yang kuduga. tumor itu membesar dan aku mulai terbebani karena gejalanya. untug belum termasuk kanker. aku tak boleh banyak pikiran dan terlalu capek.
belum seminggu aku bersama arma, aku sudah merasa sakit. Entah kenapa kepalaku selalu sakit. Di kelas ini, yang belum tahu penyakitku hanya arma, aku tak mau menyakiti hatinya. Lama kelamaan memang rahasia pasti terbongkar. Aku kehilangan keseimbangan dan tak bisa jalan, aku selalu tak bisa melihat dengan jelas, dan pendengaranku mulai rusak. Oh tuhan. Apa yang terjadi? Mengapa aku mulai merasakan semuanya? Tanpa sadar, arma tahu sebenarnya yang terjadi. Ia menanyakan kepada 3 sahabatku. Ia mulai marah karena aku tak cerita.
“kenapa kamu ngga cerita? Kamu nyakitin aku?”
“aku bukan mau nyakitin kamu, ar..”
“lalu?”
“aku.. aku..” kataku terpotong oleh air mata yang mulai keluar dari mataku
“terserah..”
Arma mulai menjauhiku. Dia mungkin marah padaku, wajar saja karena aku tak mau jujur padanya. Tapi....
“AYAH, PELANGI PINGSAN LAGI...”
Suara ambulan terdengar bising, aku jatuh pingsan. Aku terlupa akan kata dokter supaya tak banyak pikiran. Tapi, arma? Aku sayang dia. Ternyata kali ini aku tak bisa bangun. Aku berjalan di alam bawah sadarku selama berbulan-bulan. Aku bertemu nenek dan nenek berkata “jalani apa saja yang menjadi takdirmu, pelangi. Tak usah dirahasiakan. Nenek pun pernah merasakan kok”
“tapi pelangi ngga mau nek nyusahin orang lain”
“jadilah pelangi yang mengindahkan kesedihan yang turun seperti pelangi yang mengindahkan setelah hujan turun”
Setelah aku bertemu nenek, aku terbangun tapi...
“siapa yang matiin lampu? Aku dimana? IBUUU... IBUUU”
Semua yang menjengukku tersentak kaget, aku yakin karena ibu berkata “lampu nyala terang benderang ko, kamu kenapa sayang?”
Tuhan, aku tak bisa melihat, ternyata selama ini bukan tumor, ya, KANKER STADIUM 2. Saraf mataku sudah terserang virus itu. Aku menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. *Tuhannn mengapa ini terjadi? Aku tak mau menyusahkan orang laiinnn*
“pelangi, jangan menyesali apa yang terjadi. Aku akan selalu disini menemani kamu dalam kegelapanmu. Aku janji bakal jagain kamu”
Aku kaget “a... ar.. ma?”
Arma terdengar terisak, mungkin di sekelilingku. “ayah, ayah dimana?” ingatku
“ayah di sini nak, di samping kananmu”
Aku meraba ke sekitarku, “ayah, aku takut..”pelukku yang aku pikir itu ayah, dan ternyata benar
“pelangi, ayah, ibu dan teman-temanmu akan selalu menjagamu dan membimbingmu, selalu..”
Aku meminta libur karena aku tak mau keluar dari sekolah, selama dirumah aku belajar membaca huruf braile dan menulis huruf. Ketika aku menguasainya aku akan kembali ke sekolah. Namun semua tak tersampaikan. Aku malah menjadi bisu. Anehnya, saraf mataku kembali bisa melihat walau agak buram. Kanker itu berpindah? Aku merasa janggal. Sehari setelah mataku melihat, aku tak bisa melihat lagi. Apakah itu nikmat tuhan walau hanya sehari? Aku bersyukur bisa melihan arma walau sehari. Selama 3 bulan aku menjalani hidup tanpa melihat dan berbicara. Aku ditemani oleh teman-temanku, dan arma. Setelah itu ibu mengajakku ke dokter kembali. Kankerku malah menyebar ketubuhku, mungkin kini masih di pita suaraku. Lama kelamaan memang aku tak bisa makan, aku selalu mengeluarkan apa yang aku makan setelah menelannya. Alhasil badanku kurus sekarang. Aku sempat putus asa akan apa yang terjadi padaku. Lama-kelamaan kepalaku berat. Aku tak bisa menompang kepalaku lagi sekarang. Tuhan... aku tak tahan... kini kerjaku mengetik dan keyboard komputerku sengaja diganti dengan keyboard yang hurufnya timbul. Kerjaanku kini hanya mengetik sebuah cerita yang mungkin itu adalah kehidupanku.
3 bulan, keadaanku makin memburuk, sistem sarafku hampir sebagian tak dapat kupakai. Namun semua kulewati dengan pasrah karena arman katanya selalu disampingku. Aku sempat menulis surat maaf karena telah menyusahkannya. Dia balas suratku dengan tulisan “ini semua demi cinta, pelangi”
Langganan:
Postingan (Atom)