JRC B-002: LOMBA YANG AKAN DATANG :
SMKN 1 Bandung
SMP PGII 1...: "LOMBA YANG AKAN DATANG : SMKN 1 Bandung SMP PGII 1 Bandung"
Minggu, 24 April 2011
Senin, 11 April 2011
naskah kabaret 8-7 (mentahan)
Di sebuah sekolah yang sangat elit dan terkenal di kota bandung ada dua geng cewe. Kedua geng ini masing masing beranggotakan 4 orang. Nama geng ini geng mawar dan melati. Mereka berlomba untuk mendapatkan cowo idaman mereka. Pada mau tau bagaimana selanjutnya? Kalau begitu kita simak yu!
Peri Ungu : hai penonton! Saya peri ungu. Saya mau cerita sama kalian, mau dengger ga?
Penonton : engga
Peri Ungu : masa sih ngga mau denger?
Penonton : engga
Peri Ungu : yaudah, peri ungu mau pergi aja? (meninggalkan panggung kemudian balik lagi)
Yakin ngga mau denger? Ngga nyesel? Nanti nyesel loh!
Penonton : yaudah cepet! Durasi nih!
Peri Ungu : kaliannya maksa juga, yaudah peri ungu cerita ya (opening bioskop trans tv)
Adegan 1
Pada suatu hari, pada saat sekolah sedang istirahat, geng mawar dan melati sedang asyik ngobrol dikantin. Tiba-tiba sekumpulan tepor lewat di depan mereka (paradise- T- Max)
Mawar 1 : gantengnya. (terpesona)
Mawar 2 : (Gita Gutawa- mau tapi malu)
Tiba-tiba geng melati tertawa
Melati 1 : mimpi lo ngedeketin mereka (yovie & nuno- dia milikku)
Mawar 3 : lebih mimpi lagi kalo kalian berusaha dapetin mereka
Melati 2 : oh ya? Masa?
Mawar 4 : ngajak ribut lo? (project pop- metal vs dugem)
Melati 3 : Stop! Percuma berantem, kalo berantem, justru dua-duanya KO.
Melati 4 : betul juga katanya! Kalau gitu kita bersaing secara sehat
Mawar 1 : yaudah, kalo gitu masing-masing berusaha menarik hati mereka dengan cara apapun. Dan yang berhasil, dialah yang berhak.
Koor : setuju!!!
Keesokan harinya, pertarungan itu dimulai. Kedua geng itu berusaha mati-matian mendapatkan
tepor.
Adegan 2
Tepor lewat di depan geng mawar dan melati. Kedua geng itu unjuk kebolehan nge-dance mereka
Geng melati : Girls plan A (nge dance lagu SM*SH)
Tepor acuh pada mereka tanpa melirik sedikitpun
Geng mawar : haha. Liat dong kita (nge dance lagu WG nobody)
Tepor acuh pada mereka tanpa melirik sedikitpun juga.
Melati : haha kasihan kasihan kasihan (versi upin&ipin)
(mereka pergi)
Mawar : tenang aja, cinta ditolak, dukun bertindak! (lagu mbah dukun)
Sementara geng mawar pergi ke dukun, geng melati sedang menyusun rencana
Adegan 3
Melati 2 : kenapa murung?
Melati 1 : aku ngga yakin kita bisa menang.
Melati 3 : (ost. Virgin-sahabat)
Melati 4 : (iklan”aku punya ide”)
Koor : apa idenya?
Melati 4 : gimana kalo ikut acara “Katakan Cintamu?”
Melati 3 : (iklan chungky bar “setuju deh sama kamu”)
Melati 1 : tapi kayaknya susah deh ikut acara itu
Melati 4 : tenang, aku kenal sama host nya kok! Tuh si mandela sama pandan
Melati 2 : bukannya mereka host termehek-mehek?
Melati 4 : termehek-mehek bangkrut, jadi diganti sama katakan cintamu. Aku telepon deh (suara hp lalu suara operator) hehe. Pulsa aku habis. Boleh pinjem hp gak?
Melati 1 : nih! Pake hapeku aja
Melati 4 : (suara hp) halo mandela, ini aku. Masih inget kan? Gini saya ada keperluan (suara ngomong dipercepat) saya tunggu ya
Melati 3 : gimana?
Melati 4 : tunggu tanggal mainnya aja!
Adegan 4
Sementara itu, geng mawar baru selesai dari dukun.
Mawar 1 : yakin manjur ga?
Mawar 2 : so pasti lah, aku sering datang kok. Obatnya teruji manjur.
Mawar 3 : tadi dukun itu bilang....
(sang dukun lewat depan mereka seperti bayangan)
Dukun : ingat! Ramuan ini harus dimasukan ke dalam minuman cowo yang kalian incar! Pastikan mereka meminumnya (kembali ke luar panggung)
Mawar 4 : jadi, kapan kita kasih ke mereka?
Mawar 2 : saat istirahat besok di kantin.
Mawar 1 : caranya?
Mawar 2 : (berbisik) oke?
Koor : oke
Adegan 5
Keesokan harinya...
Tepor : pesen jus empat ya
Mawar : siap (suara blender)
Saat geng mawar mau mmberikan jusnya, geng melati dan tim katakan cintamu datang(ran-katakan cinta). Tak sengaja mandela menyenggol dan menumpahkan jusnya
Mandela : aduh,(d'massiv- mohon ampun)
Mawar : (menatap jus yang tumpah)(seventeen- mencintaimu)
geng mawar tiba-tiba menyenggol geng melati dan terjadi perkelahian, semua hanya menonton. Nah, yang menang geng mawar. Setelah itu, tempat perkelahian sepi. Ternyata disana mereka melihat tepor bersama peri ungu sedang disorot tim katakan cintamu.
Melati : (suara tertawa)
Peri Ungu : dadah semua. Aku mau malam mingguan dulu ya, bye! (meninggalkan panggung bersama tepo dan dikawal oleh tim katakan cintamu)
Mawar dan melati : (ratu- lelaki buaya darat)
Melati 1 : tuh kan gaada guna kita berantem. Mending baikan yu?
Mawar 1 : ayo! Lebih baik kita berteman daripada musuhhan, gaenak
Koor : betul betul betul (versi upin&ipin)
(sherina- persahabatan)
Peri Ungu : hai penonton! Saya peri ungu. Saya mau cerita sama kalian, mau dengger ga?
Penonton : engga
Peri Ungu : masa sih ngga mau denger?
Penonton : engga
Peri Ungu : yaudah, peri ungu mau pergi aja? (meninggalkan panggung kemudian balik lagi)
Yakin ngga mau denger? Ngga nyesel? Nanti nyesel loh!
Penonton : yaudah cepet! Durasi nih!
Peri Ungu : kaliannya maksa juga, yaudah peri ungu cerita ya (opening bioskop trans tv)
Adegan 1
Pada suatu hari, pada saat sekolah sedang istirahat, geng mawar dan melati sedang asyik ngobrol dikantin. Tiba-tiba sekumpulan tepor lewat di depan mereka (paradise- T- Max)
Mawar 1 : gantengnya. (terpesona)
Mawar 2 : (Gita Gutawa- mau tapi malu)
Tiba-tiba geng melati tertawa
Melati 1 : mimpi lo ngedeketin mereka (yovie & nuno- dia milikku)
Mawar 3 : lebih mimpi lagi kalo kalian berusaha dapetin mereka
Melati 2 : oh ya? Masa?
Mawar 4 : ngajak ribut lo? (project pop- metal vs dugem)
Melati 3 : Stop! Percuma berantem, kalo berantem, justru dua-duanya KO.
Melati 4 : betul juga katanya! Kalau gitu kita bersaing secara sehat
Mawar 1 : yaudah, kalo gitu masing-masing berusaha menarik hati mereka dengan cara apapun. Dan yang berhasil, dialah yang berhak.
Koor : setuju!!!
Keesokan harinya, pertarungan itu dimulai. Kedua geng itu berusaha mati-matian mendapatkan
tepor.
Adegan 2
Tepor lewat di depan geng mawar dan melati. Kedua geng itu unjuk kebolehan nge-dance mereka
Geng melati : Girls plan A (nge dance lagu SM*SH)
Tepor acuh pada mereka tanpa melirik sedikitpun
Geng mawar : haha. Liat dong kita (nge dance lagu WG nobody)
Tepor acuh pada mereka tanpa melirik sedikitpun juga.
Melati : haha kasihan kasihan kasihan (versi upin&ipin)
(mereka pergi)
Mawar : tenang aja, cinta ditolak, dukun bertindak! (lagu mbah dukun)
Sementara geng mawar pergi ke dukun, geng melati sedang menyusun rencana
Adegan 3
Melati 2 : kenapa murung?
Melati 1 : aku ngga yakin kita bisa menang.
Melati 3 : (ost. Virgin-sahabat)
Melati 4 : (iklan”aku punya ide”)
Koor : apa idenya?
Melati 4 : gimana kalo ikut acara “Katakan Cintamu?”
Melati 3 : (iklan chungky bar “setuju deh sama kamu”)
Melati 1 : tapi kayaknya susah deh ikut acara itu
Melati 4 : tenang, aku kenal sama host nya kok! Tuh si mandela sama pandan
Melati 2 : bukannya mereka host termehek-mehek?
Melati 4 : termehek-mehek bangkrut, jadi diganti sama katakan cintamu. Aku telepon deh (suara hp lalu suara operator) hehe. Pulsa aku habis. Boleh pinjem hp gak?
Melati 1 : nih! Pake hapeku aja
Melati 4 : (suara hp) halo mandela, ini aku. Masih inget kan? Gini saya ada keperluan (suara ngomong dipercepat) saya tunggu ya
Melati 3 : gimana?
Melati 4 : tunggu tanggal mainnya aja!
Adegan 4
Sementara itu, geng mawar baru selesai dari dukun.
Mawar 1 : yakin manjur ga?
Mawar 2 : so pasti lah, aku sering datang kok. Obatnya teruji manjur.
Mawar 3 : tadi dukun itu bilang....
(sang dukun lewat depan mereka seperti bayangan)
Dukun : ingat! Ramuan ini harus dimasukan ke dalam minuman cowo yang kalian incar! Pastikan mereka meminumnya (kembali ke luar panggung)
Mawar 4 : jadi, kapan kita kasih ke mereka?
Mawar 2 : saat istirahat besok di kantin.
Mawar 1 : caranya?
Mawar 2 : (berbisik) oke?
Koor : oke
Adegan 5
Keesokan harinya...
Tepor : pesen jus empat ya
Mawar : siap (suara blender)
Saat geng mawar mau mmberikan jusnya, geng melati dan tim katakan cintamu datang(ran-katakan cinta). Tak sengaja mandela menyenggol dan menumpahkan jusnya
Mandela : aduh,(d'massiv- mohon ampun)
Mawar : (menatap jus yang tumpah)(seventeen- mencintaimu)
geng mawar tiba-tiba menyenggol geng melati dan terjadi perkelahian, semua hanya menonton. Nah, yang menang geng mawar. Setelah itu, tempat perkelahian sepi. Ternyata disana mereka melihat tepor bersama peri ungu sedang disorot tim katakan cintamu.
Melati : (suara tertawa)
Peri Ungu : dadah semua. Aku mau malam mingguan dulu ya, bye! (meninggalkan panggung bersama tepo dan dikawal oleh tim katakan cintamu)
Mawar dan melati : (ratu- lelaki buaya darat)
Melati 1 : tuh kan gaada guna kita berantem. Mending baikan yu?
Mawar 1 : ayo! Lebih baik kita berteman daripada musuhhan, gaenak
Koor : betul betul betul (versi upin&ipin)
(sherina- persahabatan)
Minggu, 03 April 2011
Tetap Tersenyum, Nesya =)
“Huh, hari ini kena marah lagi! Lama-lama panas nih!” keluhku dalam hati. Eh, kenalkan dulu, deh! Namaku Nisya, aku kelas 8 di SMP Negeri. Hari ini aku kena marah semua orang lagi. Yah... entah mengapa tiap hari aku selalu seperti ini, kadang aku suka putus asa deh buat hidup! Tapi... yah namanya juga manusia. Sayangnya hari ini berbeda dari hari biasa, yap! Aku sendiri dirumah, konflik sama teman ekskul, konflik sama kakak ekskul, ah, pokonya hari ini membuat aku kesal dan menangis. Mana aku dapet sms yang nyepet. Huuh, rasanya ingin memeluk bunda dan bercerita.... tapi bunda sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Dan disini aku tinggal bersama ayahku yang cuek dan kakakku yang galak. Biasanya sih aku curhat sama sahabatku yang tinggal di luar kota, Ardi. Tapi kayaknya dia udah bosen deh sama aku. Habis dia sekarang udah jarang ngehubungin aku lagi. Yasudahlah.
Keesokan harinya di sekolah, tiba-tiba temenku, audia bilang “eh, ada anak-anak datang tuh! Ngapain kamu kesini? Kamu kan anak kecil! Tempat kamu tuh di play group!” kata-kata itu menusuk hati ku, teman sekelas pun tertawa. Tak terasa air mataku membasahi pipi, “eh, ada yang nangis tuh! hahaha” aku pun tak kuasa dan berlari ke kamar kecil, ‘sungguh tega mereka mengataiku, terimakasih tuhan engkau telah memberikan teman yang jahat seperti mereka’. Aku menangis hingga upacara bendera selesai. Setelah itu, aku memojokkan diri dikelas karena teman sebangkukupun memusuhiku. Mungkin semua sedang tidak membutuhkanku. Aku kesal sejadi-jadinya. Hingga aku berniat untuk membunuh diri menyusul bunda. Saat bel pulang biasanya aku langsung ke ruang ekskul. Tapi kali ini aku akan melakukan niatku. Aku mngeluarkan cutter yang tiap hari aku bawa di kotak pensilku. Aku masuk ke kamar mandi yang katanya angker dan tak ada yang berani masuk. Tiba-tiba....
‘Nisya, maaf ya selama ini aku ngga ngasih kabar. Hapeku error dan baru bener sekarang. Gimana kabarnya nih? Aku kangen curhatan kamu...’
Setelah aku membaca itu, tiba-tiba aku menjatuhkan cutter ku dan berlari ke luar kamar mandi itu. Entah mengapa, hati aku tenang. Mungkin aku merasa masih diperhatikan walau cuman seseorang. Tapi sayang, sebelumnya cutter itu sudah sedikit melukaiku. Dan aku baru merasakan sakit ketika menuruni tangga. Ya terpaksa aku meminta plester ke uks dan ditanya-tanya oleh petugas disana.
Yah setelah dirumah aku membalas pesan dari Ardi. Entah mengapa aku merasa lega setelah menceritakannya. ‘huft... untunglah masih ada orang yang mau mendengarkanku’ ucapku dalam hati. Aku terkesan oleh sikap Ardi. Aku bertemu Ardi pada saat acara ekskulku memiliki acara bertemu anggota ekskul dari sekolah lain. Aku pada saat itu tak sengaja didorong dan ditarik oleh Ardi. Tapi, aku seperti sempat mengenalnya dahulu. Tapi, makin lama makin sering aku dan Ardi bertemu. Ya kami mulai bertukar nomer hp dan saling bercerita. Mungkin dia adalah orang yang pertama mau mendengarkan dan mengerti aku.
Beberapa hari ini aku mulai terbiasa dengan sikap teman-temanku. Aku pun mulai terbiasa dengan ocehan Audi dan yang lainnya. Mungkin kini aku lebih banyak bercerita pada Ardi. Yah aku mulai menerima dia sebagai tempat curhatanku. Kalau di membocorkannya pada temannya, toh mereka tak kenal aku.
Entah mengapa, ejekan dan hinaan Audi hilang. Ardi pun tak ada kabarnya kembali. Aku serasa hampa. Ternyata Audi sudah bosan mengejekku dan ingin menjadi temanku. Disusul temanku yang lainnya. Sungguh, pada saat itu aku sangat bahagia. Tapi, Ardi tetap tidak mengabariku walau aku mengirimi pesan pada Ardi.
Hari demi hari, bulan demi bulan, tak terasa 8 bulan sudah aku lewati. Aku senang sekarang memiliki banyak teman. Aku mulai menerima ekskulku kembali. Tiba-tiba ada kejadian yang membuatku tersentak, Ardi dikabarkan sudah pergi dari dunia ini 8 Bulan yang lalu. Tepat pada saat ejekan Audi hilang. Aku meresa sedih dan kecewa pada diriku sendiri. Tapi ketika ku bersedih, aku mengingat kembali pesan terakhir ardi untukku:
‘Nesya,kamu harus tetap tegar dan semangat walau dalam keadaan apapun, kamu mungkin senang bercerita kepadaku. Tapi kadang aku ingin kamu selalu tersenyum. Kalo ada masalah jangan segan-segan cerita padaku ya!’
Tuhan, kini aku mengerti mengapa engkau menemukankku dengan Ardi, dia menjadi motivasiku untuk tetap hidup. Tuhan, terimakasih engkau telah menemukankku dengan lelaki yang bisa mendengarkan hati perempuan dan selalu mendengarkan perempuan. Terimakasih Ardi, kini aku bahagia karena mu. ‘tak ada manusia yang sempurna, kalau kamu selalu tertimpa musibah sepertiku, kamu bisa cerita ke setiap orang yang kamu percayai... sekarang, aku, Nesya harus tetap tersenyum untuk Ardi dan langit di bumi ini ’
Keesokan harinya di sekolah, tiba-tiba temenku, audia bilang “eh, ada anak-anak datang tuh! Ngapain kamu kesini? Kamu kan anak kecil! Tempat kamu tuh di play group!” kata-kata itu menusuk hati ku, teman sekelas pun tertawa. Tak terasa air mataku membasahi pipi, “eh, ada yang nangis tuh! hahaha” aku pun tak kuasa dan berlari ke kamar kecil, ‘sungguh tega mereka mengataiku, terimakasih tuhan engkau telah memberikan teman yang jahat seperti mereka’. Aku menangis hingga upacara bendera selesai. Setelah itu, aku memojokkan diri dikelas karena teman sebangkukupun memusuhiku. Mungkin semua sedang tidak membutuhkanku. Aku kesal sejadi-jadinya. Hingga aku berniat untuk membunuh diri menyusul bunda. Saat bel pulang biasanya aku langsung ke ruang ekskul. Tapi kali ini aku akan melakukan niatku. Aku mngeluarkan cutter yang tiap hari aku bawa di kotak pensilku. Aku masuk ke kamar mandi yang katanya angker dan tak ada yang berani masuk. Tiba-tiba....
‘Nisya, maaf ya selama ini aku ngga ngasih kabar. Hapeku error dan baru bener sekarang. Gimana kabarnya nih? Aku kangen curhatan kamu...’
Setelah aku membaca itu, tiba-tiba aku menjatuhkan cutter ku dan berlari ke luar kamar mandi itu. Entah mengapa, hati aku tenang. Mungkin aku merasa masih diperhatikan walau cuman seseorang. Tapi sayang, sebelumnya cutter itu sudah sedikit melukaiku. Dan aku baru merasakan sakit ketika menuruni tangga. Ya terpaksa aku meminta plester ke uks dan ditanya-tanya oleh petugas disana.
Yah setelah dirumah aku membalas pesan dari Ardi. Entah mengapa aku merasa lega setelah menceritakannya. ‘huft... untunglah masih ada orang yang mau mendengarkanku’ ucapku dalam hati. Aku terkesan oleh sikap Ardi. Aku bertemu Ardi pada saat acara ekskulku memiliki acara bertemu anggota ekskul dari sekolah lain. Aku pada saat itu tak sengaja didorong dan ditarik oleh Ardi. Tapi, aku seperti sempat mengenalnya dahulu. Tapi, makin lama makin sering aku dan Ardi bertemu. Ya kami mulai bertukar nomer hp dan saling bercerita. Mungkin dia adalah orang yang pertama mau mendengarkan dan mengerti aku.
Beberapa hari ini aku mulai terbiasa dengan sikap teman-temanku. Aku pun mulai terbiasa dengan ocehan Audi dan yang lainnya. Mungkin kini aku lebih banyak bercerita pada Ardi. Yah aku mulai menerima dia sebagai tempat curhatanku. Kalau di membocorkannya pada temannya, toh mereka tak kenal aku.
Entah mengapa, ejekan dan hinaan Audi hilang. Ardi pun tak ada kabarnya kembali. Aku serasa hampa. Ternyata Audi sudah bosan mengejekku dan ingin menjadi temanku. Disusul temanku yang lainnya. Sungguh, pada saat itu aku sangat bahagia. Tapi, Ardi tetap tidak mengabariku walau aku mengirimi pesan pada Ardi.
Hari demi hari, bulan demi bulan, tak terasa 8 bulan sudah aku lewati. Aku senang sekarang memiliki banyak teman. Aku mulai menerima ekskulku kembali. Tiba-tiba ada kejadian yang membuatku tersentak, Ardi dikabarkan sudah pergi dari dunia ini 8 Bulan yang lalu. Tepat pada saat ejekan Audi hilang. Aku meresa sedih dan kecewa pada diriku sendiri. Tapi ketika ku bersedih, aku mengingat kembali pesan terakhir ardi untukku:
‘Nesya,kamu harus tetap tegar dan semangat walau dalam keadaan apapun, kamu mungkin senang bercerita kepadaku. Tapi kadang aku ingin kamu selalu tersenyum. Kalo ada masalah jangan segan-segan cerita padaku ya!’
Tuhan, kini aku mengerti mengapa engkau menemukankku dengan Ardi, dia menjadi motivasiku untuk tetap hidup. Tuhan, terimakasih engkau telah menemukankku dengan lelaki yang bisa mendengarkan hati perempuan dan selalu mendengarkan perempuan. Terimakasih Ardi, kini aku bahagia karena mu. ‘tak ada manusia yang sempurna, kalau kamu selalu tertimpa musibah sepertiku, kamu bisa cerita ke setiap orang yang kamu percayai... sekarang, aku, Nesya harus tetap tersenyum untuk Ardi dan langit di bumi ini ’
Langganan:
Komentar (Atom)
